Sunday, 14 April 2013

LA TAHZAN : dunia terlalu hina utk ditangisi


Ibnu Al-Mubarak, seorang ulama’ yg sgt masyhur mengatakan : “aku lebih sukai lantunan syair ‘Adi bin Zaid daripada istana Raja Thahir bin Al-Husain. Syair yg indah dan mempesonakan itu berbunyi demikian :
Wahai orang yg bergembira
Di atas penderitaan orang lain
Dan selalu memburuk-burukkan masa
Apakah kamu orang yg selamat & terlindungi
Atau apakah kamu punya perjanjian kuat
Yg menjaminmu dari hari ke hari
Sesungguhnya kau adalah org bodoh yg tertipu
Ertinya : wahai org yg suka bergembira di atas penderitaan orang lain, apakah kamu mempunyai satu perjanjian bahawa engkau tidak akan ditimpa musibah sebagaimana yg telah menimpa org yg kau merasa gembira dengannya? Apakah engkau mempunyai satu jaminan bahawa hari-harimu akan selamat dari segala bahaya dan bencana? Kalau begitu, mengapa engkau bergembira di atas penderitaan org lain, padahal engkau tidak memiliki perjanjian dan jaminan itu?
Dalam sebuah hadis shahih disebutkan :
Seandainya nilai dunia ini disisi ALLAH sama nilainya dengan sayap seekor nyamuk, nescaya ALLAH tidak akan memberi minum kepada orang kafir walau seteguk air pun.
Menurut ALLAH, dunia lebih tidak berharga dari sayap seekor nyamuk, inilah hakikat nilainya dan timbangannya disisi ALLAH. Lalu mengapa harus bersedih dan gelisah kerananya?
Kebahagiaan adalah anda merasa aman atas diri, masa depan, keluarga, dan kehidupan anda sendiri. Dan semua ini terhimpun dalam keimanan, redha terhadap qadha’ dan qadarNYA serta diiringi dgn sikap qanaah dan sabar.
                                                  [source : La Tahzan, Dr ‘Aidh bin Abdullah Al-Qarni,no109 ]

No comments:

Post a Comment